Showing posts with label november '10. Show all posts
Showing posts with label november '10. Show all posts
Wednesday, December 15, 2010
AKU DIBURU SEKELOMPOK INGIN
pernah seikat mawar tersodor dari kata-katamu
penuh pesan dan nasihat menjadi sejuta pelita
di dada malam yang kelam; dekat dengan orang-orang beradab
dalam warna langit yang tertulis surat cinta membiru;
o…damainya tubuh disentuh angin berhembus santun;
sesungguhnya bening malam di perdesaan
tak pernah bersikap kasar; jiwa para solihin
tak mungkin menyikapi si pembantah yang tolol
hanya memiliki jambatan yang menghantarnya ke kota perhambaan
sudah lama patah & rebah
aku diburu sekelompok ingin
berkobar-kobar dan membesar
meninggalkan lorong-lorong suram dengan talak tiga
yang penuh dosa
yang menghitamkan raut wajah peribadi
lantaran pada keinsafan
kutemukan seberkas suara suci
: sebelum langkah hidup terhenti
ciptakan sebuah keakraban dengan Tuhan
sisa usia menyusup ke kepak ketakwaan
karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar, Melaka.
[tersiar di majalah SELEKTIF november, 2010]
penuh pesan dan nasihat menjadi sejuta pelita
di dada malam yang kelam; dekat dengan orang-orang beradab
dalam warna langit yang tertulis surat cinta membiru;
o…damainya tubuh disentuh angin berhembus santun;
sesungguhnya bening malam di perdesaan
tak pernah bersikap kasar; jiwa para solihin
tak mungkin menyikapi si pembantah yang tolol
hanya memiliki jambatan yang menghantarnya ke kota perhambaan
sudah lama patah & rebah
aku diburu sekelompok ingin
berkobar-kobar dan membesar
meninggalkan lorong-lorong suram dengan talak tiga
yang penuh dosa
yang menghitamkan raut wajah peribadi
lantaran pada keinsafan
kutemukan seberkas suara suci
: sebelum langkah hidup terhenti
ciptakan sebuah keakraban dengan Tuhan
sisa usia menyusup ke kepak ketakwaan
karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar, Melaka.
[tersiar di majalah SELEKTIF november, 2010]
DAN MOGA ESOK MASIH ADA
petang pun hilang dikuasai bekas jejak di jalan seusai hujan; hatimukah
yang leka memburu seribu lupa pada Tuhan yang selalu baik pada setiap insan
namun segelintir saja yang terjaga
belum tiba masanya terlambat untuk dibenah dan dikemaskini jarum jam
biar sungai-sungai yang kering bangkit dari lena menyuburkan tanah
beri laluan pohon-pohon untuk kembali terlibat berbunga dan berbuah manis
menjelma taman cantik
seperti siulan bahagia dan getaran keikhlasan
yang berpakat mencantikkan jiwa
langit kelihatan mulai terpasang bintang-bintang bagai sedang jatuh cinta
menggelar demonstrasi gumpalan cahaya yang mengagumkan
aku bersyukur
dapat menikmati kecantikan alam sekali lagi seperti semalam
dan moga esok masih ada
karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar,
77500 Selandar,
Melaka.
[Tersiar di Mingguan Warta Perdana edisi 7 November, 2010]
yang leka memburu seribu lupa pada Tuhan yang selalu baik pada setiap insan
namun segelintir saja yang terjaga
belum tiba masanya terlambat untuk dibenah dan dikemaskini jarum jam
biar sungai-sungai yang kering bangkit dari lena menyuburkan tanah
beri laluan pohon-pohon untuk kembali terlibat berbunga dan berbuah manis
menjelma taman cantik
seperti siulan bahagia dan getaran keikhlasan
yang berpakat mencantikkan jiwa
langit kelihatan mulai terpasang bintang-bintang bagai sedang jatuh cinta
menggelar demonstrasi gumpalan cahaya yang mengagumkan
aku bersyukur
dapat menikmati kecantikan alam sekali lagi seperti semalam
dan moga esok masih ada
karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar,
77500 Selandar,
Melaka.
[Tersiar di Mingguan Warta Perdana edisi 7 November, 2010]
BERTAHUN-TAHUN AKU DUDUK DI PELABUHAN
Bertahun-tahun aku duduk di pelabuhan hati berasa duka, sunyi dan resah
seperti daun-daun diusik angin siang atau malam
sambil membayangkan esok kan datang memberi segenggam sinar baru
menikmati enaknya kemurungan langit melesap di jiwa, menyisakan kebahagiaan
tak terkira
seperti kita menghabiskan waktu di meja makan tengah hari
semalam masih kuingat!
Karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar, Melaka.
[tersiar di Majalah JELITA edisi November 2010]
seperti daun-daun diusik angin siang atau malam
sambil membayangkan esok kan datang memberi segenggam sinar baru
menikmati enaknya kemurungan langit melesap di jiwa, menyisakan kebahagiaan
tak terkira
seperti kita menghabiskan waktu di meja makan tengah hari
semalam masih kuingat!
Karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar, Melaka.
[tersiar di Majalah JELITA edisi November 2010]
KABAR YANG KUTERIMA HARI INI
Kabar yang kuterima hari ini seperti pisau
yang mengirimkan sejuta tajamnya; gejala kesakitan
yang menyerang segala urat di tubuh
bunga yang dididik sejak mula tumbuh
sepenuh kasih sayang
kini direnggut orang
hatiku luka
dan aku menyebutnya catatan hitam
penuh cerita kapal-kapal karam di lautan
atau keindahan alam sewenang-wenangnya dilukakan
atas nama pembangunan
rama-rama cantik hinggap di kelopak mawar yang pemurah
peristiwa yang selalu dilihat
saat pagi
kini hatiku tidak mampu menggambarkannya
kecuali jejak-jejak duka
yang mengumpul sejuta bulan gerhana
karya,
Mohd Adid Ab Rahman
Taman Jus Perdana, Melaka.
[TERSIAR DI MEDIA TERKINI, EDISI 1 NOVEMBER 2010]
yang mengirimkan sejuta tajamnya; gejala kesakitan
yang menyerang segala urat di tubuh
bunga yang dididik sejak mula tumbuh
sepenuh kasih sayang
kini direnggut orang
hatiku luka
dan aku menyebutnya catatan hitam
penuh cerita kapal-kapal karam di lautan
atau keindahan alam sewenang-wenangnya dilukakan
atas nama pembangunan
rama-rama cantik hinggap di kelopak mawar yang pemurah
peristiwa yang selalu dilihat
saat pagi
kini hatiku tidak mampu menggambarkannya
kecuali jejak-jejak duka
yang mengumpul sejuta bulan gerhana
karya,
Mohd Adid Ab Rahman
Taman Jus Perdana, Melaka.
[TERSIAR DI MEDIA TERKINI, EDISI 1 NOVEMBER 2010]
Subscribe to:
Posts (Atom)