Sunday, March 13, 2011

AKU MENGUASAI SEPERTIGA MALAM

aku menguasai sepertiga malam
bercengkerama dengan pohon-pohon sepi yang tumbuh
bergelimpangan di lantai sayap-sayap suara mematah seribu ranting
seperti gelas pecah setelah pergaduhan di dapur

aku sempurnakan tahajud
dalam wangian cinta
dengan memperkecil diri dan hati
serendah-rendahnya
agar Tuhan di depan
kurasa benar-benar TINGGI tak tertandingi

doa dari sejuta mawar
yang disukai para malaikat pun bidadari syurga
kulantunkan
agar nanti Tuhan tidak lupa memberi keampunan
dan hidup sentiasa menapaki padang kudus
yang dipenuhi keredhaan-Nya
bak kilau dari bening embun
sewaktu matahari tekun memeriahkan pagi

karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar, Melaka

[tersiar di Mingguan Malaysia 27/2/2011]

Friday, February 11, 2011

LEBIH BAIK KITA NAIKI KAPAL BERSATU

perbalahan yang terlanjur menyala; rumah-rumah
diserbu kebakaran tak terduga (akibat kecuaian atau takdir?)
atau saja dicetuskan atas nama marah & dengki
tak lebih hanya menyisakan perpecahan
berkecai kaca di lantai; hati siapa digodam kecewa?
sabarlah dengan segala macam cobaan hidup!

akan melemahkan kekuatan ummah
dan mengeja huruf-huruf sikap membangkai
saling tidak percaya & lesapnya semangat anai-anai
yang mempraktikkan suasana bantu-membantu
di pentas kehidupan

lebih baik kita naiki kapal bersatu
merungkaikan simpulan-simpulan tali
yang berserakan dalam masyarakat
demi kehidupan yang melapang langit
sejahtera tersenyum perawan jelitawan
dalam jaringan bahagia yang tak terkata

karya,
Mohd Adid Ab Rahman
Selandar, Melaka.

[Tersiar di Media Rakyat 12 Februari 2011]

SEHARUSNYA BILA TERBUKA TABIR TAHUN BARU

seharusnya bila terbuka tabir tahun baru
kita sudah memenuhi dewan berasa sesal dan pilu; 40 hari
suasana berkabung dihirup
atas usia yang tergelincir semalam
diselubungi sejuta asap
lihat saja sekumpulan kerbau bergelumang dengan lumpur kelabu
menyembunyikan rupa yang sebenar

berlarilah sejauh-jauhnya daripada terpalit aktiviti
meraikan kedatangan tahun baru
dengan perbuatan tak berkualiti
atau menghidupkan program membangkai
yang ketara membabi buta melanggar batas hukum
dan mencalar wajah ketimuran
yang mulus sebagus gadis manis
masih meniti permatang bening
embun bersiul-siul
di jendela dinihari

seharusnya bila terbuka tabir tahun baru
kita sama-sama sepakat mengisi petak sangat bersyukur
atas diberi-Nya peluang sekali lagi
untuk hidup menuju pengabdian sejati

karya,
Mohd Adid Ab Rahman
Selandar, Melaka

[TELAH TERSIAR DI HARAKAH 4 FEB 2011]

Tuesday, February 1, 2011

LUKA NASIB

luka nasib bercerita rekah sawah
menerima sejuta tikam pemberian kemarau
yang berjalan di permatang panjang
sisakan ribuan bilur miris
sakit teriris
di hati para petani

tak juga mau padam perumpamaan bara dihempas hujan deras
atau si bocah kecil kepenatan tertidur pulas
lupakan sekawan rama-rama yang dikejarnya
di laman rumah tadi sore

apakah tak ada ruang dan peluang bagiku
mencelahi sekelompok keluarga yang gelak ketawa
di ujung sengsara membangkai
padahal burung-burung ada senjanya untuk pulang ke sarang
angin pun tidak selalu bertiup satu arah
begitu juga sungai mengalir sampai muara di mana ada
namun luka nasib
sepertinya tidak tahu membaca fenomena itu

namun aku tetap bekerja kuat
mempersolek raut wajah nasib
sehingga tersentuh bulan dikalungi seribu wangi
dari kembang yang disukai bidadari
segala ranjau di jalan kutapaki dengan tabah & bijaksana
kiranya Tuhan ingin mengukur iman
apakah berada di gunung
atau hanya tergantung di ranting kering
menanti patah?

Karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar, Melaka

[telah tersiar di Berita Minggu 23/1/2011]

DUNIA HARI INI SEMAKIN MIRIS

i
dunia hari ini semakin miris
melihat pohon-pohon kegelapan tertanam subur di kebun
seperti kesibukan kota raya
kalau seluruh pengguna jalan yang bersimpang-siur
tidak mematuhi peraturan yang telah dibulati
selalu mengundang kecelakaan
yang mengoyak hati sesiapa

ii
orang-orang kian merapati sikap liar
melepaskan pucuk masing-masing ke langit
tidak memandang lagi dari sudut ke sudut
tentang ketimuran yang luhur
lupa berdoa pada Tuhan berlagak sombong
pada hal masih berada di bawah langit biru
yang tinggi kepunyaan-Nya

karya,
Mohd Adid Ab Rahman
Selandar, Melaka.

[Tersiar di Siasah 28/1/11]

PESAN ATUK

1
Pesan atuk
jika kepala mulai dipenuhi uban
itu tandanya mengidap penyakit tua yang tak berubat
maka taubatlah sebelum terlambat
sebelum nafas tersumbat

2
Pesan atuk
jika matahari sudah tinggi
namun masih dalam selimut bermimpi
itu tandanya sengaja menolak rezeki
maka bangun berusahalah sebelum tubuh melemah

3
Pesan atuk
jika dikurniakan banyak harta
namun tidak pandai menguruskannya
itu tandanya mengundang celaka
maka lebih baik bermohon kepada Tuhan
agar diri menjadi miskin
tentu akan kaya kebahagiaan

karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar, Melaka.

[telah tersiar di Majalah Solusi isu 28 Feb 2011]

Saturday, January 22, 2011

DIRI YANG KOTOR DIHINGGAPI DEBU-DEBU DAN BERDAKI

Lihatlah sampah-sarap berselerakan tanpa mengenal huruf
disiplin di sekolah, telah mencemarkan pemandangan alam sekeliling
yang cantik seharusnya disyukuri dengan keinsafan
cukup untuk aku mengatakan penjelmaan sikap buruk
dan tidak bertanggungjawab sesetengah penduduk

Diri yang kotor dihinggapi debu-debu dan berdaki
perlu segera berlari tanpa toleh
tak suka singgah
menghantarnya ke sudut
membasuh sebersih-bersihnya
seperti leburnya hasad
diinjak keikhlasan di hati
sehingga menjelma lelaki yang dikasihi Tuhan
dan terbina jembatan keakraban dengan-Nya

Karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar, Melaka.

[Tersiar di Majalah Pendidik edisi Jan. 2011]